Australia Trip – BBQ Party at Australia Day

Cerita dari seri perjalanan ke Melbourne kali ini adalah tentang Australia Day. Beruntung banget saya ke sana waktu lagi musim panas (bulan Januari), lagi musim liburan, dan lagi musimnya event-event seru. Yang jelas adalah event Australian Open. Saya yang bukan penggila tenis aja bahkan sampai ikut-ikutan kebawa euforianya. Dan selain itu, ada juga hari peringatan Australia Day yang jatuh setiap tanggal 26 Januari.

Australia Day ini adalah public holiday-nya orang Aussie dan merupakan National Day mereka. Australia Day adalah hari untuk memperingati kedatangan British Colony dan pengibaran bendera Inggris untuk yang pertama kalinya di tanah Australia.

Read More »

Does My Head Look Big in This? Story of An Australian Muslim Teenager

This Abdel-Fattah’s first debut novel was published in 2007. Does My Head Look Big in This? tells a story about a sixteen-year-old Palestinian-Australian-Muslim teenage girl named Amal who lived in Melbourne. At the age of sixteen, Amal decided to become a full-timer. Full-timer means Amal wearing hijab whenever she went to public places, and not just to school. Amal was once attended Islamic school until 10th grade. However, because the school couldn’t provide higher grades for the students, Amal continued her high school in a private school, McCleans.

Read More »

Australia Trip – Summer and Australian Open 2012

Kedatangan saya di Melbourne bertepatan banget sama event Australian Open di mana hampir seisi sudut kota dihiasi oleh dekorasi berwarna biru dan wajah para pemain tenis internasional.

Sayangnya, saya cuma bisa nonton dari TV saja karena nggak mampu bayar tiketnya haha. Tapi lumayan lah, saya sempet foto-foto di depan stadiumnya waktu nganterin kedua sepupu saya yang mau nonton live. Saya mah numpang foto terus cabut lagi. *jangan sedih*

Read More »

Australia Trip – Being A Headscarfed Muslim in Melbourne

Di post sebelumnya, saya sempat bilang kalau saya sedikit deg-degan saat mau berangkat sendiri ke Aussie seorang diri. Pertama, nggak ada satupun orang yang saya kenal di bandara maupun di pesawat. Kedua, saya takut nggak ngerti accent Australia. Ketiga, deg-degan juga akan menjadi minoritas di negeri orang karena saya mengenakan jilbab. Hmm, akan seperti apa impresinya ya?

Read More »