8 Baby Products that Make My Life Way Easier

Semenjak jadi seorang ibu, sekarang yang paling prioritas adalah semua yang berkaitan dengan anak, termasuk perlengkapannya. Salah satu tujuannya adalah tentu saja selain bikin anaknya senang, juga bikin orangtuanya senang dan hidupnya lebih mudah hahaha. Setelah kurang lebih 8 bulan ini menjadi orangtua, di bawah ini ada beberapa produk yang menjadi andalan dan favorit saya dalam mengurus dan membesarkan Aksara.

Read More »

Cerita Aksara: Lahir 36 Minggu, Prematur Bukan?

Bagi yang sebelumnya pernah baca cerita kelahiran Aksara, pasti tahu kalau Aksara lahir beberapa minggu lebih awal, tepatnya di usia 36 minggu 4 hari. Kalau lihat dari usianya, memang nyaris mendekati cukup bulan. Buat referensinya bisa dicek di factsheet-nya WHO di sini yaa. Kalau untuk usia gestasi Aksara, jadinya dia termasuk late preterm. Yak, itungannya tetap prematur, walaupun prematur tua.

Dan saya sangattt bersyukur kalau Aksara dipastikan sehat 6 jam pasca observasi dan langsung bisa rawat gabung sama saya. Tapi saya suka lupa, kalau Aksara tetap lahir kurang bulan dan nggak bisa disamakan perkembangannya sama bayi umumnya yang lahir cukup umur.

Read More »

Ide Permainan di Rumah untuk Bayi 6-12 Bulan

Buibu Pakbapak, kadang suka mati gaya nggak sih ngajak anak bayinya main? Hahaha terkadang saya masih suka merasa seperti ini nih. Malah saya jadi suka salah tingkah sendiri, anak masih melek, dikasih stimulasi apaan lagi, ya? Padahal sebenarnya ide permainan yang bisa dipraktikkan di rumah banyak dan sederhana. Nah, di bawah ini saya kumpulkan beberapa ide permainan untuk bayi usia 6-12 bulan, berdasarkan pengalaman saya dan berguru dan cari inspirasi sana-sini. Sebenarnya ini jadi pengingat juga bagi saya kalau sudah kehabisan ide hihi.

Read More »

6 Komentar yang (Sebaiknya) Dihindari Pada Ibu Hamil

Halooo! Ini akan jadi post pertama saya di tahun 2019. Duh, ke mana aja deh? Dan post di tahun 2019 ini akan dibuka oleh tulisan saya yang udah lama jadi draft tapi nggak jadi melulu di-post.

Post ini adalah salah satu unek-unek saya ketika hamil dulu. Semoga belum basi 😀

Masa-masa hamil adalah pengalaman nggak terlupakan bagi saya. Banyak cerita dan pengalaman, terutama ketika orang-orang mulai menyadari keadaan tubuh saya. Terinspirasi dari artikel The Every Mom yang saya baca tentang hal-hal nggak penting yang sebaiknya nggak diucapkan pada ibu hamil, saya jadi gatal pengen bikin list sendiri terkait komentar-komentar apa saja yang sering saya dapatkan saat hamil. Komentarnya mulai dari yang biasa aja, mildly annoying, sampai wildly annoying hahaha.

Intinya sih cuma mau mengingatkan, juga mengingatkan diri saya sendiri tentunya, bahwa being pregnant itself is already difficult. Jadi, dengan menghindari komentar-komentar ini pada ibu hamil, mungkin kita bisa sedikit membantunya untuk tidak menambah daftar hal yang perlu dipikirkannya. Setujuuu?

Read More »

Hal-hal tentang Postpartum yang Tidak Dikatakan di Media Sosial

Kalau lihat foto-foto di media sosial, setiap kali ada yang melahirkan, pasti yang terlintas dalam pikiran kita adalah, “Awh, bahagianya” atau, “Aduh lucu banget anaknya” atau, “Ih mau satu!” Hayoo siapa pernah? 😀 Apalagi kalau lihat foto ibu-ibu muda yang cakep banget habis lahiran kayak habis ngemall, atau photoshoot para newborn yang ngegemesin… Well, that doesn’t tell you the truth behind it.

Yes, having a baby is the most beautiful and exciting journey, but it’s not only about rainbows and unicorns.

Disclaimer: Semua poin di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ya.

Read More »

Suka Duka Membawa Anak Ketika Bekerja

Setelah resign di usia kehamilan 4 bulan, saya nggak kepikir kapan dan bagaimana saya bakal kembali bekerja. Walaupun seperti merasa ‘kehilangan’, terutama kehilangan gaji bulanan hahaha.

Saat usia Aksara menginjak 2 bulan, saya ditawari untuk kembali bekerja di organisasi tempat saya bekerja 4 tahun lalu. Galau dan sekaligus kepengen, karena lumayan juga otak udah hampir 7 bulan nggak dipakai mikir serius.

Akhirnya saya pun terima tawaran itu. Untungnya, organisasi tersebut membolehkan saya untuk kerja remote selama deliverables dan report yang saya kerjakan memenuhi tenggat waktu.

Tapi ternyata, bekerja setelah memiliki anak memang memiliki tantangan sendiri, walaupun jam kerja saya tergolong fleksibel.

Read More »

Tahap Perencanaan dalam Membangun Rumah Pertama

Setelah beberapa waktu on hold, akhirnya saya dan suami bersepakat untuk melanjutkan proyek membangun rumah pertama kami. Long story short, saya dan Abang akan membangun rumah di atas tanah peninggalan almarhum ayah mertua saya, yang mana juga adalah rumah masa kecil Abang.

And… Life happens. Saya hamil, kemudian kami membeli mobil dengan pertimbangan agar mobilitas saya lebih mudah (cerita lengkap kondisi kehamilan saya di sini), nabung untuk biaya persalinan, dan prioritas lainnya membuat proyek ini sempat terbengkalai.

Akhirnya, bulan Agustus 2018 lalu, kami memulai kembali proyek ini dengan sisa tabungan yang ada. Nekat? Bangeuttt! Tapi kami berharap dana tabungan kami selama dua tahun ke belakang ini cukup untuk membiayai rumah kami sampai berdiri.

Membangun rumah pertama memang susah-susah gampang (padahal bukan dirinya sendiri yang ngebangun ya haha). Jadi perlu perencanaan yang matang dan… Realistis! Ditambah juggling dengan pekerjaan dan mengurus anak, dan belum punya pengalaman sebelumnya, bikin proyek membangun rumah ini kadang suka bikin pusing. Tapi, tentunya bikin hati trenyuh juga, karena tiap kali nengokin rumahnya tuh rasanya nyess, this is gonna be our first home.

Perjalanan membangun rumah ini udah cukup panjang, tapi perjalanan di depan masih lebih panjang…

Read More »

#Modyarhood: Style Sebelum dan Sesudah Aksara

Akhirnya kesampaian juga ikutan #Modyarhood setelah selama ini cuma jadi silent reader di blog-nya Mbak Puty dan Mbak Okke! 😀

Walaupun saya “baru” jadi ibu selama 3 bulan, hidup saya langsung berubah upside down, termasuk style saya. Kayaknya saya termasuk timnya Mbak Puty nih karena dari dulu saya gayanya gitu-gitu aja a.k.a nggak banyak berubah. Hmm, lalu apa saja yang berubah?

Read More »

TUMBreastfeeding: Bahagia dan Lancar Menyusui

Kemarin, saya berkesempatan untuk ikut acara TUMBreastfeeding: Bahagia dan Lancar Menyusui yang diselenggarakan oleh The Urban Mama dan Philips Avent Indonesia. Senangnya, acaranya diselenggarakan di Teras Dara, Bogor, jadi nggak perlu jauh-jauh pergi dari rumah. Pengisi acaranya sendiri adalah dr. Niken Churniadita, M.Gizi, yang merupakan konselor laktasi dari RS PMI Bogor. Meskipun saya udah beberapa kali ikutan seminar atau kelas serupa, saya selalu menyempatkan diri untuk hadir kalau acaranya terkait menyusui, karena selalu aja ada ilmu baru yang saya dapatkan.

Read More »

Perjalanan Menyusui dan Memilih Breast Pump

Belakangan ini, saya lagi menikmati masa-masa menyusui. Bukan berarti tanpa drama sih, tapi mungkin karena udah mulai terbiasa aja kali ya. Saya juga mulai nampung ASIP sedikit-sedikit karena… saya mulai kembali bekerja (dari rumah!) haha. Nanti saya ceritakan di post lainnya deh, intinya saya dapat privilege bisa kerja remote dari rumah, dan cuma meeting sesekali aja ke Jakarta. Untuk itu, saya mulai modal ASIP untuk Aksara, jaga-jaga kalau harus saya tinggal.

Untuk punya ASIP, tentunya harus modal breastpump. Walaupun saya nggak nyangka akan kembali kerja secepat ini, saya udah mempersiapkan breast pump dari masa kehamilan.

Kenapa harus modal breast pump kalau nggak kerja? Tentu dong, misalnya aja anak masih tidur, tapi payudara udah penuh. Daripada bengkak, harus dikeluarin pakai breastpump. Atau kalau lagi mau me time pijet-pijet lucu dan ninggalin anak beberapa jam, stok ASIP udah pasti wajib.

Read More »