Affordable Basic Skincare Routine untuk Ibu Menyusui

Saat hamil, saya paling malesss banget kalau udah disuruh ngapa-ngapain muka. Pernah suatu ketika saya pergi ngantor dengan bare face, benar-benar berbekal sabun muka aja dan face paper kalau muka udah mulai terlihat berminyak. Iya, semalas itu dulu (apalagi pas hamil) merawat wajah. Saya udah pernah ngebahas produk-produk skincare dan makeup yang saya pakai selama hamil di post ini, dan itu udah sangat minimum banget.

Nah, akhir-akhir ini, saya coba mulai pengen ngerajinin merawat muka. Apalagi setelah saya menemukan channel Youtube Beauty Within. Bikin semangat ngerawat diri hahaha. Salah satu episode yang membukakan mata saya adalah tentang basic skincare routine, yang ternyata sangat mudah diikuti. Tier pertama dari skincare routine yang wajib bangetttt kita pakai setiap hari adalah: cleanser – toner – moisturizer – sunscreen.

Tapi tentu saja kebutuhan skinker berbanding terbalik dengan pemasukan, shay. Jadilah saya banyak online browsing, kira-kira produk yang affordable dan cukup bagus review-nya, dan yang insya Allah aman buat ibu menyusui seperti saya. On a side note, kulit wajah saya berminyak dan cenderung berjerawat, jadi memang agak susah nemuin produk yang cocok. Makanya sata happy banget saat menemukan produk-produk ini:

Read More »

Setahun Menjadi Ibu bagi Aksara

Sebelum berpanjang lebar di post ini, saya mau update sedikit. Kayaknya udah lama banget nggak nge-blog. Jadi dalam rangka ulang tahun Aksara (yang udah lewat), saya sebisa mungkin pengen nyempetin waktu untuk bisa nulis.

Jadii, saya merasa belakangan ini agak ngos-ngosan dalam pekerjaan maupun urusan domestik, ditambah pengasuh yang libur di momen Lebaran kemarin. Gara-garanya, udah sekitar 2 bulan ini saya ambil kerjaan konsultan di sebuah kantor lain (kantor lama saya sebenarnya), di mana sebenarnya most of the times dikerjakan di rumah. Tapiii, yang namanya kerja di rumah dan bareng anak, banyak banget distraksinya. Sampai Lebaran lalu saya harus ngelembur gara-gara siang pegang anak. Terus, apa hubungannya dengan post ini? Oh tenang, silakan baca sampai akhir wkwk. Sok misterius, deh.

Post ini akan sedikit (atau kebanyakan) mellow dan personal. Tapi benar deh, semenjak ulang tahun Aksara yang pertama akhir Juni lalu, bawaan saya jadi mellow terusss. Gimana bisa setahun sudah berlalu? Rasanya kayak nggak percaya gitu. Aksara setahun yang lalu belum bisa apa-apa, bahkan belum bisa ngenalin mamanya. Aksara yang sekarang udah bisa kabur sana-sini, ngoceh nggak berhenti, dan pengen nempel terus sama mama. Duh, jadi bingung kan mau ngomong apa, jadi mellow lagi kan T_T

Intinya, this past one year has changed me as an individual.

Read More »

#Modyarhood Menjadi Orangtua: Idealisme vs. Realitas

Pada suatu hari, saya lagi menyuapi anak saya, Aksara, yang waktu itu baru mulai MPASI. Waktu itu saya sudah menyiapkan suasana makan sedemikian rupa, seperti yang saya baca-baca di buku parenting: anak nggak dalam keadaan mengantuk, anak duduk sendiri, nggak ada distraksi, dan anak disuapi. Pas mau disuapi… Eh, anaknya nggak mau. Yang ada anaknya ngambek, saya ikutan ngambek. Dicoba lagi, tetap nggak bisa.

Akhirnya… Dengan berat hati saya nyalain TV dan pasang channel khusus bayi. Kemudian… Anaknya mau makan! Lahap, habis pula.

Malamnya, saya bilang ke Abang (suami), “Runtuhlah sudah idealisme aku.”

Siapa juga pernah mengalami, cuuung? 🙋

Yha, jadi orangtua pada praktiknya memang tidak semudah teori. Pas waktu hamil sih gampang, memantapkan hati, “Pokoknya anak gue nggak boleh gini, pokoknya nanti anak gue harus gitu.”

Nyatanya? :)))

Kisah di atas cuma sekelumit dari inkonsistensi-inkonsistensi saya dan suami yang lagi sama-sama belajar jadi orangtua. Bukan untuk membuka aib, betul seperti yang dibilang Mbak Puty, tapi sekadar menjadi pengingat bahwa kita tidak harus menjadi orangtua yang sempurna, tetapi menjadi orangtua yang memahami dan memenuhi kebutuhan anaknya.

Read More »

8 Baby Products that Make My Life Way Easier

Semenjak jadi seorang ibu, sekarang yang paling prioritas adalah semua yang berkaitan dengan anak, termasuk perlengkapannya. Salah satu tujuannya adalah tentu saja selain bikin anaknya senang, juga bikin orangtuanya senang dan hidupnya lebih mudah hahaha. Setelah kurang lebih 8 bulan ini menjadi orangtua, di bawah ini ada beberapa produk yang menjadi andalan dan favorit saya dalam mengurus dan membesarkan Aksara.

Read More »

Cerita Aksara: Lahir 36 Minggu, Prematur Bukan?

Bagi yang sebelumnya pernah baca cerita kelahiran Aksara, pasti tahu kalau Aksara lahir beberapa minggu lebih awal, tepatnya di usia 36 minggu 4 hari. Kalau lihat dari usianya, memang nyaris mendekati cukup bulan. Buat referensinya bisa dicek di factsheet-nya WHO di sini yaa. Kalau untuk usia gestasi Aksara, jadinya dia termasuk late preterm. Yak, itungannya tetap prematur, walaupun prematur tua.

Dan saya sangattt bersyukur kalau Aksara dipastikan sehat 6 jam pasca observasi dan langsung bisa rawat gabung sama saya. Tapi saya suka lupa, kalau Aksara tetap lahir kurang bulan dan nggak bisa disamakan perkembangannya sama bayi umumnya yang lahir cukup umur.

Read More »

Ide Permainan di Rumah untuk Bayi 6-12 Bulan

Buibu Pakbapak, kadang suka mati gaya nggak sih ngajak anak bayinya main? Hahaha terkadang saya masih suka merasa seperti ini nih. Malah saya jadi suka salah tingkah sendiri, anak masih melek, dikasih stimulasi apaan lagi, ya? Padahal sebenarnya ide permainan yang bisa dipraktikkan di rumah banyak dan sederhana. Nah, di bawah ini saya kumpulkan beberapa ide permainan untuk bayi usia 6-12 bulan, berdasarkan pengalaman saya dan berguru dan cari inspirasi sana-sini. Sebenarnya ini jadi pengingat juga bagi saya kalau sudah kehabisan ide hihi.

Read More »

6 Komentar yang (Sebaiknya) Dihindari Pada Ibu Hamil

Halooo! Ini akan jadi post pertama saya di tahun 2019. Duh, ke mana aja deh? Dan post di tahun 2019 ini akan dibuka oleh tulisan saya yang udah lama jadi draft tapi nggak jadi melulu di-post.

Post ini adalah salah satu unek-unek saya ketika hamil dulu. Semoga belum basi 😀

Masa-masa hamil adalah pengalaman nggak terlupakan bagi saya. Banyak cerita dan pengalaman, terutama ketika orang-orang mulai menyadari keadaan tubuh saya. Terinspirasi dari artikel The Every Mom yang saya baca tentang hal-hal nggak penting yang sebaiknya nggak diucapkan pada ibu hamil, saya jadi gatal pengen bikin list sendiri terkait komentar-komentar apa saja yang sering saya dapatkan saat hamil. Komentarnya mulai dari yang biasa aja, mildly annoying, sampai wildly annoying hahaha.

Intinya sih cuma mau mengingatkan, juga mengingatkan diri saya sendiri tentunya, bahwa being pregnant itself is already difficult. Jadi, dengan menghindari komentar-komentar ini pada ibu hamil, mungkin kita bisa sedikit membantunya untuk tidak menambah daftar hal yang perlu dipikirkannya. Setujuuu?

Read More »

Hal-hal tentang Postpartum yang Tidak Dikatakan di Media Sosial

Kalau lihat foto-foto di media sosial, setiap kali ada yang melahirkan, pasti yang terlintas dalam pikiran kita adalah, “Awh, bahagianya” atau, “Aduh lucu banget anaknya” atau, “Ih mau satu!” Hayoo siapa pernah? 😀 Apalagi kalau lihat foto ibu-ibu muda yang cakep banget habis lahiran kayak habis ngemall, atau photoshoot para newborn yang ngegemesin… Well, that doesn’t tell you the truth behind it.

Yes, having a baby is the most beautiful and exciting journey, but it’s not only about rainbows and unicorns.

Disclaimer: Semua poin di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi saya ya.

Read More »

Suka Duka Membawa Anak Ketika Bekerja

Setelah resign di usia kehamilan 4 bulan, saya nggak kepikir kapan dan bagaimana saya bakal kembali bekerja. Walaupun seperti merasa ‘kehilangan’, terutama kehilangan gaji bulanan hahaha.

Saat usia Aksara menginjak 2 bulan, saya ditawari untuk kembali bekerja di organisasi tempat saya bekerja 4 tahun lalu. Galau dan sekaligus kepengen, karena lumayan juga otak udah hampir 7 bulan nggak dipakai mikir serius.

Akhirnya saya pun terima tawaran itu. Untungnya, organisasi tersebut membolehkan saya untuk kerja remote selama deliverables dan report yang saya kerjakan memenuhi tenggat waktu.

Tapi ternyata, bekerja setelah memiliki anak memang memiliki tantangan sendiri, walaupun jam kerja saya tergolong fleksibel.

Read More »

#RumahPakIsmed: Tahap Perencanaan dalam Membangun Rumah Pertama

Setelah beberapa waktu on hold, akhirnya saya dan suami bersepakat untuk melanjutkan proyek membangun rumah pertama kami. Long story short, saya dan Abang akan membangun rumah di atas tanah peninggalan almarhum ayah mertua saya, yang mana juga adalah rumah masa kecil Abang.

And… Life happens. Saya hamil, kemudian kami membeli mobil dengan pertimbangan agar mobilitas saya lebih mudah (cerita lengkap kondisi kehamilan saya di sini), nabung untuk biaya persalinan, dan prioritas lainnya membuat proyek ini sempat terbengkalai.

Akhirnya, bulan Agustus 2018 lalu, kami memulai kembali proyek ini dengan sisa tabungan yang ada. Nekat? Bangeuttt! Tapi kami berharap dana tabungan kami selama dua tahun ke belakang ini cukup untuk membiayai rumah kami sampai berdiri.

Membangun rumah pertama memang susah-susah gampang (padahal bukan dirinya sendiri yang ngebangun ya haha). Jadi perlu perencanaan yang matang dan… Realistis! Ditambah juggling dengan pekerjaan dan mengurus anak, dan belum punya pengalaman sebelumnya, bikin proyek membangun rumah ini kadang suka bikin pusing. Tapi, tentunya bikin hati trenyuh juga, karena tiap kali nengokin rumahnya tuh rasanya nyess, this is gonna be our first home.

Perjalanan membangun rumah ini udah cukup panjang, tapi perjalanan di depan masih lebih panjang…

Read More »