The Perfect Brunch at Stockholm Syndrome

Setelah satu juta tahun lamanya, akhirnya saya dan Abang nge-date lagiii! Hahaha. Memang ya, semenjak punya anak, mau ngerencanain apa-apa jadi kadang suka adaaa aja halangannya. Kebetulan kali ini kami nge-date pas hari ulang tahun Abang yang jatuh pada Hari Buruh.

Mumpung libur, akhirnya jadi deh nge-date-nya! Pilihan kencan kali ini jatuh pada Stockholm Syndrome yang terletak di kawasan Pulo Armin, Bogor. Dengar-dengar tempatnya enak dan selalu penuh pengunjung. Hmm, penasaran jadinya, memang seperti apa ya?

F&B

Jadii, Stockholm Syndrome ini adalah sebuah kafe dengan konsep dan makanan khas Swedia. Kayaknya ini kafe pertama di Bogor yang menyajikan menu-menu khas Swedia. Kalau soal keotentikannya, jangan ragu karena pemilik sekaligus chef-nya adalah orang Swedia asli. Dan menurut saya, bener bangettt rasanya sungguh sangat comforting. Walaupun saya nggak ada referensi makanan Swedia lainnya (bahkan makanan di IKEA pun belum pernah coba ✌️), I knew the food was made with heart. Ini adalah menu-menu yang kami pesan:

Herbed Chicken

Enak bangettt dan kata Abang rasanya “sangat Scandinavian”. Makanan ini disajikan dengan mashed potato dan mushroom sauce. Plus, porsinya ternyata banyak banget.

Pasta from the Ocean

Menu ini mungkin agak-agak fusion ya. Pastanya diolah seperti aglio e olio dan disajikan dengan ikan sarden. Rasanya cenderung ‘Asia’ dan agak pedas. Jadi buat yang nggak suka/kuat makan pedas, saya nggak saranin untuk pesan menu ini.

Es Kopi Stockholm

Es kopi ini disajikan di cup, bukan di gelas seperti minuman lain. Agak lebih mahal dari es kopi susu lainnya yang ada di pasaran. Rasanya menurut saya cenderung asam kopinya.

Premium Tea

Saya nggak ngerasain sih karena ini pesanannya Abang. Tapi dari rupanya.memang terlihat ‘premium’ alias mahal ya! Hehe.

Swedish Chocolate Cake

Birthday cake buat si birthday boy adalah kladdkaka alias chocolate cake. Saya kira rasanya akan seperti lava cake karena sama-sama pakai es krim, tapi ternyata cake ini lebih padat. Rasanya sangat chocolate-rich tapi nggak kemanisan. Disajikannya dengan es krim vanila, kacang, dan taburan kelapa.

Ambience

Area outdoor di Stockholm Syndrome ini paling juaraaa. Pas masuk ke dalam, area indoor-nya memang nggak gitu luas. Nah, untuk mencapai area outdoor, memang agak nyempil karena harus melalui lorong dulu. Dan tadaa… Baru deh tiba di area outdoor. Rasanya kayak main ke rumah teman jaman dulu. Luas, rimbun, asri. Apalagi memang di kafe ini banyak banget tanaman-tanaman kaktus dan succulents, juga pohon-pohon rimbun.

Saran saya, datang ke kafe ini pagi-pagi (mereka buka dari jam 9 karena masih sepiii). Mau foto-foto, selfie, foto rame-rame, loncat indah, salto juga nggak ada yang ngelihatin karena masih kosong. Dan menurut saya kafe ini memang cocok untuk dijadikan tempat brunch.

Service

Pelayanan ramah, makanan juga cepat jadinya. Satu-satunya kekurangan menurut saya sinyal wifi-nya yang kurang kenceng di area outdoor. Tapi itu kekurangan minor lah, karena terbayar sudah dengan ambience dan makanannya dan enak.

Will I come back? Yes, definitely!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s