Cerita Aksara: Lahir 36 Minggu, Prematur Bukan?

Bagi yang sebelumnya pernah baca cerita kelahiran Aksara, pasti tahu kalau Aksara lahir beberapa minggu lebih awal, tepatnya di usia 36 minggu 4 hari. Kalau lihat dari usianya, memang nyaris mendekati cukup bulan. Buat referensinya bisa dicek di factsheet-nya WHO di sini yaa. Kalau untuk usia gestasi Aksara, jadinya dia termasuk late preterm. Yak, itungannya tetap prematur, walaupun prematur tua.

Dan saya sangattt bersyukur kalau Aksara dipastikan sehat 6 jam pasca observasi dan langsung bisa rawat gabung sama saya. Tapi saya suka lupa, kalau Aksara tetap lahir kurang bulan dan nggak bisa disamakan perkembangannya sama bayi umumnya yang lahir cukup umur.

Belakangan ini, saya makin galau. Bahkan DSA-nya (dokter spesialis anak) pun memberi treatment dia seperti bayi cukup umur pada umumnya. Terus saya kemudian nyari tahu, meskipun tergolong late preterm, apa tetap harus ada treatment khusus? Dan akhirnya saya menemukan sebuah komunitas namanya Premature Indonesia di Facebook. Rasanya legaaa banget. Kayak ngerasa saya nggak sendiri lagi gitu ๐Ÿ˜” Nah, dari komunitas ini saya belajar banyak.

Untuk bayi-bayi prematur, dia punya 2 usia, yaitu usia kronologi dan usia koreksi. Per hari ini, usia kronologi Aksara adalah 7 bulan 1 minggu (dihitung dari tanggal lahirnya). Tapi karena dia lahir 4 minggu lebih cepat, usia koreksinya adalah 6 bulan 1 minggu (dihitung dari usia gestasinya).

Kedua usia ini–menurut yang saya baca ya–penting bagi bayi prematur karena perkembangannya nggak bisa disamakan sama bayi cukup umur.

Contohnya, saya pernah galau waktu Aksara mau usia 4 bulan dia belum bisa tengkurep sendiri. Kemudian saya selalu mengingatkan diri sendiri kalau tahap perkembangan dia masih mengikuti bayi usia 3 bulan, meskipun belakangan ini saya lihat dia mulai bisa catch up.

Dan hal yang paling penting adalah, ternyata SEMUA bayi prematur wajib melewati beberapa screening yang perlu dilakukan untuk mendeteksi kelainan dini. Yang namanya lahir kurang umur, pasti perkembangannya nggak semaksimal bayi-bayi full term kan ya. Saya lupa istilahnya apa saja untuk screening-nya (bisa dicek di komunitasnya langsung). Intinya mengecek kerja jantung, pendengaran, penglihatan, dll dan itu dilakukan dengan dokter berbeda, misalnya untuk jantung, dokter jantung subspesialis anak. Begitu lah. Intinya rada sulit cari dokternya apalagi kalau bukan tinggal di Jakarta.

Pertama kali tahu itu, rasanya hati saya langsung nyesssWhy nobody told me in the first place? Dari lahir sampai sekarang, DSA-nya Aksara atau siapapun nggak pernah ada yang ngasih tahu kalau setiap bayi prematur harus melewati serangkaian tes tersebut. Saya ngerasa marah banget waktu itu. Meskipun selama ini saya lihat Aksara tumbuh sehat dan baik-baik aja, rasanya bersalah banget dan sedih kok hal sepenting ini saya nggak tahu.

Akhirnya saya inisiatif untuk konsultasi di Facebook-nya Premature Indonesia. Kebetulan para adminnya adalah dokter anak yang memang berpengalaman menangani bayi prematur. Menurut dokter Agung Zentyo Wibowo, usia Aksara udah kelewat waktu untuk melakukan screening tersebut, tapi karena usianya mendekati cukup bulan, risiko mengalami gangguan emang kecil.

Sebenarnya cukup lega sih baca penjelasan itu… Kalau saya nggak salah interpretasi ya, kalaupun kenapa-napa (amit-amit), pasti akan terlihat gejalanya dari usianya awal-awal kelahiran. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang Aksara tetap jadi anak sehat dan aktif.

Tapiii, saya insya Allah akan tetap memeriksakan Aksara untuk beberapa hal, kayak mata dan jantung. Katanya sih untuk bayi cukup bulan pun pemeriksaan mata rutin perlu ada, jadi saya mau coba.

Insya Allah, sehat terus ya Aksara bayi prematurku! Untuk buibu pakbapak di sini, adakah yang punya pengalaman serupa? Tinggalkan comment ya, biar kita bisa berbagi ๐Ÿ™‚

Featured image from here.

5 thoughts on “Cerita Aksara: Lahir 36 Minggu, Prematur Bukan?

  1. Anakku usia 37 minggu sih keduanya. Dipaksa ama dokternya untuk sabar nunggu 37 minggu baru SC, hehe. Klo screening jantung blm pernah, sekedar cek aja pas UDG 4D. Screening mata udah pernah krn bestfriend ku kan ada yg spesialis mata.

    Like

  2. Bayiku nggak prematur sih tapi baru bisa tengkurap jalan 6 bulan, ya masing2 bayi beda perkembangannya termasuk juga bayi prematur
    Yang penting si bayi tumbangnya normal ya Mbak๐Ÿ˜Š

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s