#Modyarhood: Style Sebelum dan Sesudah Aksara

Akhirnya kesampaian juga ikutan #Modyarhood setelah selama ini cuma jadi silent reader di blog-nya Mbak Puty dan Mbak Okke! πŸ˜€

Walaupun saya “baru” jadi ibu selama 3 bulan, hidup saya langsung berubah upside down, termasuk style saya. Kayaknya saya termasuk timnya Mbak Puty nih karena dari dulu saya gayanya gitu-gitu aja a.k.a nggak banyak berubah. Hmm, lalu apa saja yang berubah?

Satu style saya yang paling kentara, terutama bagi orang-orang yang hidup satu rumah sama saya: akhirnya saya yang paling anti pakai daster akhirnya dasteran juga! Asli, setelah jadi ibu, saya baru paham kenapa ibu saya doyan banget dasteran di rumah. Simpel, ringkas, adem, dan paling penting adalah kebanyakan daster itu berkancing, jadi gampang untuk nyusuin. Enakeun pisan lah pokoknya.

Terus, gimana dengan style saya kalau ke luar rumah?

Pas udah punya aksara, jujur saya paling malas pakai diaper bag kalau keluar rumah. Alasan tentu saja karena nggak stylish hahaha. Saya dapat banyak kado diaper bag dengan berbagai macam motif dan warna, yang mana kok ya hebring banget. Jadilah saya tetap pakai tas-tas lama saya, tapi isinya popok Aksara dan segala tetek bengeknya. Dulu isi tas saya bisa berbagai macam barang, sekarang sih pokoknya HP sama dompet jangan sampai ketinggalan. Yang paling penting tentunya popok harus selalu ada di tas, kalau nggak… berabe!

Style pakaian saya semenjak punya anak juga nggak banyak berubah, selain saya udah jarang pakai jeans lagi. Bukan karena apa-apa, tapi karena belum muat #jangansedih. Jadinya sampai sekarang saya masih suka pakai celana hamil karena lega atau celana-celana kulot yang melar. Nah, untuk atasannya, karena saya ogah rugi, baju-baju lama saya tetap saya pakai (untungnya gombrong semua), tapi saya bawa ke tukang jahit buat dipasang kancing/sleting. Voila, jadilah baju menyusui yang baru haha.

Gimana kalau traveling sama Aksara?

Walaupun sampai sekarang bawa Aksara nginep paling jauh ke Jakarta (dari Bogor), saya sangat merasakan perubahan drastis dalam hal saya ngepak barang.

Dulu, pas saya masih kerja, saya bisa dinas 8 hari 7 malam dengan hanya bawa satu koper ukuran cabin. Teman saya yang cuma dinas 3 hari aja bawa ukuran koper yang sama kayak saya, sampai dia heran gimana caranya saya bisa fit all my belongings in one place.

Sekarang? Duh, jangan ditanya. Bawa Aksara nginep 2 malam di Jakarta aja bawaannya udah kayak bedol desa. Barang mamanya sih secukupnya aja, malah kadang ada yang ketinggalan πŸ™‚

Tentunya bukan karena lebay ya, pasti buibu yang lain juga tahu kalau kebutuhan bayi itu banyak, apalagi bayi seumuran Aksara yang baru menginjak 3 bulan. Pastinya prioritas berubah. Sekarang kalau mau pergi, apa-apa yang penting kebutuhan Aksara terpenuhi dulu: pakaian, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur, peralatan pumping (buat emaknya), gendongan, and the list goes on… Setelah itu baru perlengkapan ibunya. Itu juga sekarang cuma bawa bawahan versatile, atasan tangan panjang dan berkancing/sleting (sebisa mungkin tanpa manset), dan kerudung. Selesai.

Setelah menikah, sebelum punya anak
Setelah punya anak. Nggak banyak berubah kaaan? πŸ˜€

Jadi, apakah menjadi ibu mengubah style saya?

Bagi saya sih, iya.

Saya yang dulu kalau siap-siap bisa makan waktu sejam sendiri, sekarang waktu sejam udah bisa menyiapkan diri plus anak.

Saya yang dulu isi tasnya peralatan mekap dan skincare, sekarang satu-satunya mekap yang dibawa adalah yang dipake di muka. Kalau luntur ya udah, bhay.

Saya yang dulu malas ribet bawa banyak barang keluar rumah, sekarang mau nggak mau ya bawa banyak barang, kalau nggak, kebutuhannya Aksara nggak terpenuhi.

Saya yang dulu ogah pakai daster, sekarang dasteran adalah pencapaian terbesar saya. *lebay plis*

Tapi tentu saja ada yang nggak berubah…

Dari dulu style saya tetap sama: ogah ribet.

Saya selalu pakai flat shoes/sandals. Saya lebih suka pakai celana ketimbang rok kalau keluar rumah (bisa dihitung jari berapa kali pakai rok). Saya malas pakai kerudung belibet-libet, jadi cuma penitian doang. Dandan paling banter cuma bedakan sama lipstikan, kalau lagi mood ya pakai eyeliner. Dandan lengkap cuma kalau ke kondangan doang.

Intinya sih saya tetap menjadi diri sendiri. Yang berbeda ya itu tadi, hanya perubahan prioritas yang ‘memaksa’ saya mengubah style saya πŸ™‚

signature

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s