IDN Times: Tempat Berbagi yang Tepat Bagi Millennials dan Gen Z

Selama beberapa tahun belakangan ini, pekerjaan saya selalu identik dengan menulis. Sewaktu saya menjadi seorang peneliti, rasanya nggak ada satu hari pun yang saya lewati tanpa membaca artikel. Maklum, saya harus selalu up-to-date mencari berita dan data terbaru yang relevan untuk tulisan saya. Ataupun kalau saya lagi membuat suatu argumen, tentunya saya juga harus memberikan argumen tambahan untuk memperkuat premis saya.

Masalahnya, di era digital yang serba cepat ini, saya agak kesulitan menemukan artikel atau tulisan yang reliable. Mungkin karena orang berlomba-lomba ingin menjadi yang tercepat dalam memberikan informasi, kadang malah informasi tersebut jadi kurang akurat, bahkan dipertanyakan kebenarannya. Apalagi belakangan ini cukup banyak website yang suka menggunakan clickbait untuk meningkatkan traffic, padahal sebenarnya isi artikel atau beritanya tidak begitu informatif juga.

Di tengah-tengah rasa frustrasi itulah, akhirnya saya berkenalan dengan IDN Times.

Begitu saya buka halaman pertama IDN Times, saya langsung berkata dalam hati, “This is it!” Akhirnya saya menemukan sebuah website tempat saya bisa ‘langganan’ cari informasi. Untuk seorang millennial seperti saya ini, IDN Times itu sudah seperti one stop shopping kalau diibaratkan pusat perbelanjaan. Mau cari informasi apapun ada; mulai dari hiburan, travel, kesehatan, teknologi, dan informasi lainnya, semuanya ada di sini. Gaya penulisannya pun ringan dan sangat mudah dimengerti, tanpa mengurangi bobot informasi yang diberikan. Rasanya tagline The Voice of Millennials and Gen Z memang sangat cocok jika disandingkan dengan gaya penulisan yang fresh.

IDN Times At A Glance

Pernah nggak sih, ngerasa capek kalau baca berita dengan gaya bahasa yang sangat formal dan kaku? Dan pernah nggak sih, nemu website yang isinya tentang gaya hidup, misalnya, percintaan, traveling, dan lain sebagainya, tapi gaya bahasanya nggak banget, pengen ikut-ikutan bahasa Anak Zaman Now biar dianggap asyik dan bikin viral?

Nah, saya rasa IDN Times bisa menjembatani keduanya. Karena konten-konten yang disuguhkan oleh IDN Times nggak melulu cuma mengenai lifestyle, tapi juga hal-hal ‘serius’ lainnya, seperti sosial politik, dengan gaya penulisan yang asyik tanpa bikin pusing bacanya.

Kalau lihat di homepage, navigasi yang paling pertama akan dilihat adalah #MILLENNIALSMEMILIH dibandingkan kategori lainnya. Sebenarnya saya harus mikir dua kali apa maksud dari hashtag tersebut, apakah itu adalah berita pilihan para millennials? Ternyata setelah saya lihat, isinya merupakan isu sosial politik. Saya kemudian baru klik karena baru ingat bahwa tahun ini Pilkada dan tahun depan Pemilu, pantas saja IDN Times mengkhususkan satu kategori ini untuk berita-berita politik terkait pemilihan daerah dan umum. Tentunya ini seru banget dan jadi wadah pengetahuan karena ngajak para pembacanya untuk ‘melek politik’ sebelum menggunakan hak pilih di bulan-bulan mendatang.

Selain itu, masih banyak lagi pilihan kategori yang bisa dinikmati di IDN Times, mulai dari berita Bisnis, Olahraga, Kuliner, Otomotif, Kesehatan, Travel, Opini, Teknologi, Khusus Pria, Sains, hingga Kuis dan Fiksi! Tinggal klik saja pilihan kategori yang diinginkan, dan voila, pilihan ribuan artikel siap menemani kita!

Selain itu, IDN Times juga punya sister pages yang bisa dijelajahi juga. Misalnya, Popmama untuk para ibu-ibu masa kini, FYI yang memberikan informasi melalui infografis menarik, juga Yummy cooking channel yang bisa bikin ngiler saat nonton video masaknya!

Nah, itu adalah sekilas pandang dari IDN Times. Sekarang saya mau meng-highlight kategori favorit saya. Yuk!

About OPINI

Kolom OPINI ini adalah kolom di mana saya lebih sering bolak-balik baca dibandingkan kategori lainnya. Kenapa? Karena, pertama, ini membuktikan bahwa IDN Times bukan sebuah news company yang kaku di mana hanya para jurnalisnya saja yang bisa menulis, tetapi juga para pembacanya yang tergabung dalam Community Writer bisa turut berkontribusi. Tapi tentu saja nggak bisa asal nulis lalu di-publish karena artikel-artikel ini harus melalui proses editing. Ini juga menandakan bahwa IDN Times sangat peduli akan kualitas tulisan yang ditayangkan.

Kedua, tema yang dibahas sangat penting dan relevan bagi kita yang hidup di zaman modern ini. Meskipun hidup di era modern, bukan berarti segala sesuatunya menjadi lebih baik dan lebih indah, karena masih banyak hal-hal yang menjadi pe-er kita. Inilah yang juga diangkat oleh para Community Writers di IDN Times. Salah satu artikel yang paling menggelitik bagi saya adalah Yang Masyarakat Indonesia Masih Saja Gagal Pahami Soal Pelecehan SeksualDi saat banyak pihak yang enggan membahas–dan, mengutip judul tulisan tersebut, “gagal paham”–terkait seksualitas dan pelecehan seksual, IDN Times justru memberikan platform bagi para penulis untuk menyuarakan isu penting ini.

Artikel lainnya yang mencuri perhatian saya adalah Kenapa Wanita Berumur 30 Tahun & Melajang, Dianggap Tabu di Indonesia? Saya mengamini bahwa pernikahan bukanlah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan, dan tidak semua orang di negara ini memilih untuk menikah. Karena ada saja kan yang melajang tapi tetap bahagia? Lantas, kenapa harus selalu perempuan ya yang menjadi sasaran? Padahal kan, di luar sana juga banyak laki-laki yang sudah matang usianya dan masih melajang?

Kalau dicermati, kedua artikel tersebut kurang lebih punya satu persamaan yang sama, yaitu “meluruskan” persepsi masyarakat terhadap perempuan. Juga, tentunya mengajak kita semua, baik laki-laki maupun perempuan, untuk tidak lagi-lagi menstigma atau menyalahkan perempuan ketika kekerasan terjadi.

Berkaitan dengan poin di atas, ketiga, dengan traffic pembaca yang tinggi dan terutama diakses oleh mereka para Millennials dan Gen Z, tentu saja tulisan-tulisan serupa ini menjadi sangat penting. Bayangkan kalau ada 1.000 orang yang membaca, kemudian setiap orang sharing dengan kelima temannya, sudah berapa ribu orang yang kita jangkau hanya dalam satu artikel? Dan jika tulisan-tulisan berkualitas seperti ini yang ditayangkan, berapa banyak orang yang bisa diberdayakan? 🙂

Bagi saya, kolom OPINI ini adalah highlight penting dari IDN Times yang mungkin jarang ditemukan di situs berita lainnya. Senang juga rasanya bisa membaca tulisan dari para Community Writers yang memiliki analisis tajam terhadap berbagai isu. Salut!

Lalu, apa yang perlu ditingkatkan?

Pertama, menurut saya, yang perlu ditingkatkan adalah navigasi di homepage. Agak sedikit pe-er untuk nge-klik drop down menu untuk melihat kategori lainnya yang disediakan. Mungkin alangkah baiknya jika dibuat beberapa kategori besar, misalnya, LIFE, kemudian secara otomatis kalau kita mengarahkan kursor ke tulisan tersebut, menu drop down akan langsung muncul tanpa harus di-klik untuk melihat sub-kategori, misalnya, MEN, HEALTH, dan lain sebagainya di bawah kategori besar tersebut.

Kedua, ini terkait substansi dan sangat simpel menurut saya. Dalam penggunaan bahasa, saat editing, sepertinya perlu dicek lagi terkait konsistensi. Karena saya masih menangkap beberapa artikel yang masih menggunakan istilah ‘wanita’ dibandingkan ‘perempuan’, di mana istilah wanita tersebut memiliki makna yang derogatory terhadap perempuan. Alangkah baiknya kalau IDN Times mulai konsisten menggunakan istilah perempuan karena lebih memberdayakan! 🙂

Terakhir, mungkin ini bukan perbaikan, tetapi harapan untuk ke depan. Semoga IDN Times bisa menjadi salah satu news agency terdepan di Indonesia yang menanamkan nilai-nilai inklusivitas, menghilangkan stereotipe dan stigma pada kelompok tertentu, karena mengingat masyarakat Indonesia sangatlah beragam. Terlebih, karena target pembaca adalah para generasi Millennials dan Z, nilai-nilai seperti ini sangat penting sekali ditonjolkan untuk mempertahankan persatuan. Setuju?

Jadi, sudahkah kamu membaca IDN Times hari ini? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s