Pengajian 4 Bulan dan Update Trimester 2

Alhamdulillah. Setelah melalui serangkaian drama di awal kehamilan, sampai juga di trimester kedua! Yippee!!

Semenjak minggu ke 11-12, nafsu makan saya mulai kembali. Udah mau makan nasi, udah bisa makan nasi padang, hahaha! Satu-satunya yang masih belum bisa masuk adalah kopi. Tapi yowis lah, yang penting makan udah nggak susah lagi. Minggu ini kehamilan saya sudah menginjak usia 17 minggu.

Minggu lalu, saya melangsungkan pengajian 4 bulanan di rumah orangtua saya. Acaranya berlangsung sangat sederhana yang cuma undang ibu-ibu pengajian komplek, beberapa keluarga, dan teman dekat. Mungkin ini sugesti saya sih, tapi semenjak pengajian memang saya rasanya menjadi lebih tenang dan nggak cemas seperti sebelum-sebelumnya.

Tapiii, yang namanya hamil memang selalu aja ada cerita. Dari beberapa minggu sebelumnya, perut saya mulai kerasa gatelll banget. Kata kakak ipar saya sih karena perut yang mulai membesar. Anehnya sih katanya biasanya ini muncul di bulan ke-5 atau 6, tapi mungkin karena perut saya aja yang cepat membesar kali ya haha.

Celakanya, saya nggak sabaran jadi digarukin terus. Akibatnya sekarang kulit saya kering + beruntusan. Sampai-sampai saya pergi ke dokter kulit saking gak tahan gatelnya. Untungnya setelah dikasih salep sama dokter kulit, beneran loh ampuh banget 🙂

Kedua, saya mulai milih-milih pakai makeup. Karena ada beberapa kandungan makeup yang nggak baik untuk perempuan hamil (lengkapnya cek Gugel aja yah haha karena nama zatnya bikin pala saya pusing). Hal pertama yang saya lakukan adalah get rid all of my acne treatment! Duh ini paling susah sih karena saya udah beberapa tahun pakai obat dari dokter ini dan bikin kulit saya kinclong bebas jerawat. Tapi demi kesehatan si bayik akhirnya saya putuskan berhenti. Meskipun setelahnya, ya… Muncul jerawat kecil-kecil lagi huhuhu.

Satu-satunya keuntungan adalah… Waktu mekap saya jadi semakin pendek karena gak dipakein apa-apa hahaha.

Ketiga, dan update paling penting adalah… Saya memutuskan untuk berhenti kerja. Mulai Senin besok, saya officially unemployed. Awalnya sih ngerasa excited ya, tapi setelah mulai dijalanin aneh juga karena selama ini saya selalu punya kegiatan: ngantor, haha. Mudah-mudahan lama-lama terbiasa sih.

Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan sih… Tentu aja saya mikir, yang tadinya tiap bulan saya + Abang sama-sama bergaji, nanti otomatis pemasukan cuma dari satu pintu. Tapi setelah dipikir-pikir, pengalaman saya waktu trimester satu bikin saya sadar sih, bahwa kondisi hamil orang beda-beda. Saya salut banget sama ibu hamil (apalagi ibu yang udah punya anak) yang bisa membagi waktunya untuk bekerja juga. Insya Allah suatu saat saya masih pengen berkarier, apalagi bidang yang saya kerjakan sudah bikin jatuh cinta. Saya hanya perlu bersabar sebentar 🙂

Dan untuk pertama kalinya, saya nggak punya rencana ke depan mau ngapain hahaha! Maksudnya, rencana jangka pendek. Selain jadi ibu, tentunya. Mungkin saya hanya mau menikmati masa-masa kehamilan, rajin baca buku parenting, ikut kelas-kelas parenting, ikut senam hamil juga, mungkin. Waktu saya cerita ke salah satu temen kantor alasan saya berhenti, dia cuma bilang, “Well, nothing is more important than your pregnancy.” Huhuhu. Dan mungkin karena saya emang kerja di organisasi yang memperjuangkan hak anak, alasan saya resign ini bisa sangat diterima. Alhamdulillah, nggak ada tuh satupun orang kantor yang mempertanyakan, “Emangnya nggak sayang? Kenapa harus berhenti?” Terharu banget deh punya temen-temen kantor yang sangat suportif.

So, begitulah update terbaru dari si ibu hamil dan bayiknya. Doakan lancar terus yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s