The Wedding #1 – Pengajian

Sehari sebelum hari H, tepatnya tanggal 22 Juli 2016, saya melangsungkan acara pengajian di rumah. Sementara Abang sudah melangsungkan pengajian sehari sebelumnya, di tanggal 21 Juli 2016.

Sebenarnya saya bingung mau nulis apa soal pengajian. Karena cepet banget, nggak kerasa tau-tau udah beres haha. Dan saya memang nggak pakai acara siram-siraman gitu makanya acaranya kerasa cepet banget. Mulai acara jam 2 siang, setengah 4 udah beres. Nah, daripada jadi silent post, mending saya review satu-satu aja yah vendor yang turut berkontribusi dalam acara pengajian ini.

Read More »

Let’s Talk (A Little Bit) About Marriage

Kurang dari dua minggu lagi, tepatnya sepuluh hari lagi, saya akan melangsungkan pernikahan. Semakin saya sibuk mempersiapkannya, semakin saya merenungkan makna pernikahan itu sendiri.

Meskipun satu kata ‘pernikahan’, tetapi praktik ini banyak jenisnya dengan makna yang berbeda-beda, cara yang berbeda-beda, tujuan yang berbeda-beda, sampai konsekuensi yang berbeda-beda. Sebut saja forced marriage, early marriage, underage marriage, child marriage, same-sex marriage, contracted marriage, hingga satu lagi, kawin gantung (istilah yang sangat lokal, sampai saya nggak tahu padanan bahasa Inggris yang sesuai).

Mungkin kita bisa me-rule out same-sex marriage yang bagi sebagian orang dianggap sebagai praktik yang ‘tidak bisa diterima’. Namun, di samping itu, keseluruhan jenis pernikahan di atas adalah pernikahan hetero yang conform heteronormativitas. Nyatanya, jenis pernikahan itupun tentu tidak dapat diterima, entah karena menyalahi undang-undang sampai prostitusi terselubung berbalut dasar hukum agama yang abu-abu. Lantas, sebegitu pentingkah sebuah status pernikahan di mata masyarakat, meskipun itu berarti harus ada makna yang direduksi hingga konsekuensi yang tidak sedikit?

Read More »