Budgeting for Wedding Day

Hal krusial yang pertama kali perlu dilakukan saat merencanakan pernikahan tentunya adalah budgeting. Dan untuk menentukan budget, kita juga pastinya perlu estimasi jumlah undangan yang akan hadir untuk acara resepsi pernikahan nanti.

Pastinya soal budget harus didiskusikan bersama dengan pasangan. Sempatkan waktu duduk berdua, ambil notes dan pulpen, kemudian bikin rincian hal-hal apa saja yang perlu di-cover. Nah, di bawah ini adalah tips budgeting sesuai pengalaman yang saya alami.

1. Bank account khusus

Bikin rekening khusus untuk tabungan pernikahan menurut saya hampir wajib hukumnya. Pertama, tabungan ini tidak bisa diganggu gugat, jadi nggak perlu pusing manage-nya karena terpisah dengan rekening untuk kehidupan sehari-hari. Kedua, kita bisa jadi lebih strict mengelola dan mengawasi perputaran uang dalam rekening tersebut. Ketiga, after the D-day, rekening ini bisa dialihkan jadi tabungan pendidikan anak, cicilan rumah, atau simply sebagai tabungan untuk kebutuhan nggak terduga.

2. Fixed cost dan variable cost

Buat budget dalam 2 tabel, yaitu tabel fixed cost dan tabel variable cost. Tabel fixed cost berisi hal-hal yang harganya sudah pasti dan nggak berubah, misalnya gedung, sewa baju, makeup, dekorasi, fotografi, seserahan, cincin kawin, MC, foto pre-wedding, bahan seragam untuk keluarga, dan budget untuk honeymoon.

Sementara variable cost adalah hal-hal yang harganya fleksibel, tergantung jumlah undangan yang akan kita ambil, seperti catering, undangan, dan suvenir. Dengan begitu, kita bisa dengan lebih mudah menghitung perkiraan biaya yang dibutuhkan dan pembagian patungannya seperti apa.

3. Budget riil dan budget maksimal

Kalau sudah banyak browsing dan tanya-tanya ke vendor, kita pasti sudah bisa prediksi uang yang perlu dikeluarkan. Tapi kita harus juga memikirkan pahitnya karena biasanya harga gedung maupun harga vendor selalu naik tiap tahun. Kalau misalnya akan melangsungkan pernikahan di tahun berikutnya, persiapkan diri bahwa kita harus membayar kurang lebih sebesar 15% lebih mahal daripada harga tahun ini. Meskipun memang ada beberapa vendor yang setuju untuk pakai harga tahun ini kalau pelunasan dilangsungkan di akhir tahun. Tapi kita tetap perlu buat perkiraan biaya termahal yang perlu kita bayar.

4. Estimasi pendapatan

Setelah menghitung estimasi budget, kita juga harus menghitung estimasi pendapatan setidaknya sampai setahun ke depan. Obrolkan dengan pasangan tabungan yang sudah dimiliki sampai saat ini dan berapa banyak tabungan yang bisa dikumpulkan oleh kita dan pasangan sampai akhir tahun. Kalau kelihatannya masih belum bisa menutupi budget, berarti kita harus kerja ekstra atau cari penghasilan tambahan demi the D-day! 😀

5. Cicil, cicil

Kalau ada hal-hal yang bisa dicicil dari sekarang, sah-sah saja lho. Malah cara ini bisa lebih mengurangi beban dan membuat pembiayaan jadi nggak berat. Misalnya, cicil belanja bahan dari sekarang, taruh dengan rapi di lemari plus dibungkus plastik sehingga akan awet sampai siap dibagikan ke saudara dan bridesmaids. Atau cicil barang-barang untuk seserahan sehingga nanti pas menjelang hari H tinggal dikumpulkan untuk disusun rapi. Dengan begitu, pekerjaan pun jadi nggak menumpuk menjelang hari H dan pengeluaran pun bisa sedikit-sedikit tertutupi.

Featured image from here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s