Pahit Manis & Imlek di Makassar

Ini adalah hari kelima saya berada di Makassar dan masih ada 6 hari lagi sampai pulang ke Jakarta. Kerasa sebentar dan kerasa lama juga. Dan selama lima hari ini, lumayan banyak juga cerita yang saya rasakan. Terutama pas saat pertama kali mau flight karena saya kayaknya banyak mengalami kesialan. Pertama, kaki saya baru selesai dijahit, walaupun cuma 2 jahitan, karena kemasukan kerikil kecil. Dan sialnya, operasi kecil itu dilangsungkan 5 hari sebelum berangkat ke Makassar. Walhasil kaki ini masih nyut-nyutan kalau dipakai jalan. Plus, karena saya cuma bisa jalan pakai telapak bagian belakang, betis ini rasanya pegal banget nahan beban kalau jalan lama-lama. Dan selama di Makassar pun saya jadi bolak-balik ke rumah sakit karena harus dicek dan diganti perban 3 hari sekali. Alhamdulillah kemarin sudah bisa dilepas jahitannya.

Kedua, kebodohan luar biasa tiada tara yang saya lakukan adalah saya tidak membawa KTP saat mau check in (bodoh level 100.000). Hati saya deg-degan, tangan keringat dingin, panik setengah mati, ingat-ingat di mana terakhir kali saya ninggalin KTP. Akhirnya baru keingat kalau KTP saya masih di Abang karena 5 hari sebelumnya dipakai untuk administrasi rumah sakit. Bodohnya, saya dan Abang sama sekali nggak ada yang ingat selama 5 hari itu. He was really sorry and afraid I couldn’t get into the plane. Untungnya saya masih bawa kartu mahasiswa dan bisa check in karena ada fotonya. Akhirnya saya bisa bernapas lega.

Selama penelitian di sini, karena lama sekitar 11 hari, saya dan the boss menginap di homestay untuk hemat biaya. Homestay ini super recommended bagi yang mau backpacking atau mau tinggal cukup lama di Makassar. Saya jadi ingat waktu di Banyuwangi, saya juga sewa kamar di homestay yang pemiliknya baik banget. Nah, begitupun di Makassar sini. Nama homestay-nya yaitu Ge Jacmart Homestay punyanya Pak George dan Ibu Marlah.

Homestay ini letaknya dekat banget sama pantai Losari. Tinggal jalan kaki 5 menit sampai di Masjid Amirul Mukminin atau Masjid Apung. Cari makan gampang karena dekat Pusat Kuliner Makassar, cari oleh-oleh dekat juga karena nggak jauh dari Jalan Somba Opu. Mau snorkeling? Tinggal naik becak/taksi ke pelabuhan penyebrangan dan sewa kapal buat ke pulau-pulau terdekat, kayak Samalona, Lae-Lae, atau Kodingareng Keke.

Dan terus, hari ini libur karena Imlek! Jadi waktu luang saya pakai untuk ke klenteng dan lihat orang sembahyang. Saya dan the boss kemudian pergi ke Klenteng Ma Tjo Poh atau Ibu Agung Bahari di Jalan Sulawesi. Klenteng ini keren banget karena besar dan modern, ada 4 lantai dan pakai lift pula.

Satu hal yang saya lihat adalah, berada di klenteng membuat saya senang karena cukup besar toleransinya. Seorang ibu-ibu yang merupakan penjaganya bersedia bercerita dan ngajak kami berkeliling untuk melihat proses sembahyang. Ibu tersebut juga nggak judgemental karena saya mengenakan jilbab ketika ke sana. Dia hanya menganggap saya sebagai seorang tamu yang perlu dihormati. Isn’t it beautiful?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s