Graduation Road Trip #5 – Nasib Malang di Malang

Perjalanan menuju Malang dari Bromo mirip dengan perjalanan menuju Bromo, yaitu naik elf sampai terminal, kemudian melanjutkan perjalanan naik bus. Sayangnya, karena nunggu elf yang cukup lama untuk menuju Probolinggo dan di Malang pun kami naik turun angkot untuk sampai di Batu, kami baru sampai ke tempat tujuan malam, kira-kira jam 8.

Dari sana kami langsung cari makan, lalu berpetualang di Batu Night Spectacular (BNS)! Di Batu juga kami menyewa sebuah homestay yang juga cukup recommended, namanya Homestay Alpukat, kurang-lebih 800 meter dari BNS.

Balik lagi ke BNS, konsepnya sebenarnya sangat unik. Di saat theme park lain sudah tutup saat malam, BNS menawarkan konsep yang berbeda, yaitu buka dari sore sampai tengah malam. Dan di BNS ini yang juga nggak boleh dilewatin tentunya foto-foto di Lampion Garden! Taman ini konsepnya lucu banget, karena lampu-lampunya disusun sedemikian rupa, kemudian dirangka, dan dilapis pakai kain. Kalau datang berdua romantis, datang bersama teman-teman pun seru karena banyak spot yang bisa dipakai buat foto-foto.

batu night spectacular

batu night spectacular

Karena keterbatasan waktu, kami nggak sempat ke mana-mana lagi selain BNS karena kami tiba malam dan keesokan harinya harus udah mengejar kereta yang jam 2 siang menuju Banyuwangi. Tapi akhirnya kami berniat untuk sekali saja mencoba makanan khas Malang yang terkenal. Jadi setelah check out, kami langsung menuju Malang untuk menikmati bakso yang konon katanya sangat terkenal, yaitu Bakso Presiden. Letaknya tepat di pinggir rel kereta, dan setelah kami sampai di sana, setelah menenteng tas gembolan kayak mau mudik… pada hari itu baksonya tutup. Dan hanya satu hari itu thok doang.

Untungnya waktu itu kami nggak pantang menyerah. Karena sudah jauh-jauh ke Malang, kami kemudian nyari tempat bakso lain yang juga recommended di Malang, yaitu Bakso Ijen di Jalan Ijen. Setelah nanya rute sama seorang ibu, kami akhirnya naik angkot ke sana. Daaan… lagi-lagi tempatnya tutup, dan tutupnya hanya pada hari itu juga. Super kecewa.

Dan ujung-ujungnya kami jadi makan di warung samping stasiun 🙂

Nggak apa-apa, ini bisa jadi pengalaman tak terlupakan bagi kami, meskipun sedikit sakit hati ya pemirsa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s