2D/1N Stay in Bandung

Setelah kurang lebih 6 bulan nggak ke Bandung, akhirnya saya kembali menginjakkan kaki di kota kembang. Dan untuk pertama kalinya saya pergi ke Bandung bersama teman-teman, bukan bersama keluarga.

As usual, perjalanan ini sama sekali nggak direncanakan. Berawal dari kerjaan dari kantor yang mengharuskan saya ke Bandung, tiba-tiba tercetus ide dengan teman-teman, “Dil, sekalian lo kerja, kita jalan-jalan yuk di Bandung!” Lagipula waktunya pas banget karena kami baru saja ngumpulin skripsi dan masih nunggu revisi dari pembaca. Jadilah kami merencanakan untuk “rehat” sejenak dari dunia perskripsian. Gara-gara ajakan itu, pada hari itu juga, saya pesan tiket kereta ke Bandung tanpa tahu mau jalan ke mana, nginep di mana, transport di sana gimana, dan pulang naik apa (seperti biasa juga, impulsiveness is our middle name).

Akhirnya berangkatlah kami bertiga, saya, Gevin, dan Icha, hari Senin 2 Juni ke Bandung naik kereta dari Gambir ke Stasiun Hall Bandung. Kami yang sudah sangat berniat dan excited naik kereta jam 07.25 dan bangun jam 4 pagi, harus menelan kekecewaan gara-gara jadwalnya di-delay selama 3 jam. iya, TIGA jam karena 2 hari sebelumnya ada rel yang anjlok di daerah Karawang. Rasanya hati sudah capek menunggu, mana perjalanannya lama banget karena membelah gunung menyebrangi jurang.

However, the view was breathtaking. This is my first time going to Bandung with train.

bandung

Jam 3 sore akhirnya kami tiba di Bandung dan (kalau istilah bahasa Sunda-nya) culang-cileung nggak tahu arah dan tujuan. Berbekal Google dan nanya-nanya orang di jalan, akhirnya kami naik angkot juga sampai di penginapan.

Kami bertiga menginap di Dago Inn di Jalan Ir. H. Juanda 427B, penginapan khusus perempuan yang murah meriah. Thanks to Agoda karena ini penginapan termurah yang pernah saya datangi. Pas sampai di sana, kami bertiga bingung karena sepi dan pintunya tertutup rapat. Akhirnya salah satu teman saya telepon Mbak-Mbaknya dan dia nyuruh kami masuk saja karena nggak dikunci dan dia lagi pergi. Sampai kami bolak-balik jalan-jalan dan akhirnya check out, kami sama sekali nggak ketemu resepsionis ataupun Mbak-Mbak yang kami hubungi. Sementara pembayaran sudah kami lunasi lewat transfer bank.

Di lantai 2, cuma kami bertiga yang menginap, dan rasanya itu penginapan sudah kayak rumah sendiri. Tapi overall, bagi yang mau ke Bandung, cewek sendirian atau ramai-ramai dengan budget terbatas, Dago Inn ini recommended. Selain tempatnya tengah kota, akses angkot 24 jam dan gampang, tempatnya juga bersih walau kamar mandinya sharing. Buat saya yang nggak suka menginap di tempat mahal-mahal karena selalu berpikir, “Hotel itu cuma tempat buat tidur dan ngapain bayar mahal untuk tidur doang”, Dago Inn is a great place to stay. Pokoknya bersih dan nyaman, dan saya nggak ada masalah.

Di Bandung, kami mendatangi tempat-tempat makan dan nongkrong yang lagi hits banget di kalangan anak muda Bandung.

Karnivor 

Photo source: http://kulinerbdg.com/
Photo source: http://kulinerbdg.com/

Berbekal review dari dunia maya, kami akhirnya menyambangi restoran Karnivor di Jalan Riau untuk makan malam. Seperti namanya, Karnivor ini isinya daging, daging, dan hanya daging. Untuk porsi yang besar dan sangat ngenyangin, harganya sangat reasonable. Untuk makanan harganya 30-100K, sementara untuk minum mulai dari 10-25K. Dan di sini pengunjung bisa milih condiment dan sausnya sendiri sesuai selera. Makanan yang saya pesan sendiri adalah Beef Cordon Bleu dengan Thai Tea. Sementara untuk dessert kami beli Confetti Toast untuk bertiga. Dan makanan ini cukup bikin kami nggak makan sampai besok paginya.

Lawangwangi

lawangwangi bandung

lawangwangi bandung
Lawangwangi Platter

lawangwangi bandung

Lawangwangi memang lagi jadi tempat paling nge-hits di Bandung. Selain karena Dago Atas memiliki banyak kafe-kafe, mungkin yang nggak disajikan oleh tempat lain adalah galeri seni seperti yang ditawarkan Lawangwangi. Terletak di Jalan Dago Giri 99, kafe dan restoran Lawangwangi terletak di area outdoor dan indoor di lantai 3, sementara 2 lantai di bawahnya adalah galeri.

Dan selain menikmati makanan dan minuman yang, menurut saya dengan pemandangan oke dan tempat strategis dan enak, harganya cukup terjangkau. Saya sarankan kalau nggak mau makan berat, mending pesan beberapa dish untuk dinikmati bareng-bareng. Jangan lupa foto di jembatan landmark yang langsung menyajikan pemandangan luas kota Bandung, ya!

Note: Bagi yang nggak berkendaraan pribadi, Lawangwangi bisa ditempuh naik taksi dengan argo minimal dari daerah Dago. Dan untuk pulangnya bisa pesan taksi lagi untuk jemput karena Lawangwangi nggak memiliki akses kendaraan umum.

Sore keesokan harinya akhirnya kami pulang naik Aya Travel dari daerah Tamansari. Travel ini juga recommended menurut saya karena harganya terjangkau dan letak pool-nya di tengah kota. Selain itu, tepat waktu dan ada diskon bagi yang pesan tiket untuk 3 orang ke atas!

Well, I think that’s all my review from my 2D/1N stay in Bandung!

Featured image from here.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s