Scarlett Bodycare untuk Perawatan Kulit Sehat dan Cerah dari Rumah

Halooo! Apa kabar semuanya? Semoga tetap sehat selalu ya meskipun masih di tengan suasana pandemi. Di post kali ini, saya mau ngasih rekomendasi salah satu produk skincare lokal yang lagi happening, yaitu Scarlett. Yup, siapa yang nggak kenal sama brand ini? Saya sebenarnya udah cukup lama penasaran dengan Scarlett karena sering berseliweran di timeline social media, tapi baru kali ini kesampaian nyoba. Dan berhubung selama pandemi ini saya keseringan di rumah dan jadi cenderung suka abai sama kesehatan kulit, produk Scarlett ini sukses bikin saya rajin kembali merawat kulit 😄

Nah, sekarang saya mau review 3 jenis produk dari Scarlett yang saya pakai, yaitu Body Scrub, Brightening Shower Scrub, dan Fragrance Brightening Body Lotion. Ketiganya memiliki kandungan utama glutathione dan vitamin E yang bermanfaat untuk menutrisi, melembabkan, dan mencerahkan kulit. Dan yang juga bikin happy, ketiga produk yang akan saya review ini semuanya bisa digunakan untuk semua jenis kulit dan aman digunakan oleh para bumil dan busui loh. Tapi tentu atas saran dan petunjuk dokter, ya!

Sebelum saya review satu per satu produknya, saya mau thumbs up dulu nih sama packaging-nya. Saya kirain botolnya cukup bulky, eh ternyata cocok juga dibawa traveling. Apalagi botol pump-nya juga dilengkapi sama safety lock. Jadi kalau dibawa di dalam tas pun dijamin nggak bakalan berceceran. Juga, setiap produk Scarlett dilengkapi hologram, jadi pasti terjamin keasliannya.

Oh ya satu lagi, review ini saya tulis berdasarkan pemakaian rutin selama kurang lebih tiga minggu ya. Oke, sekarang yuk mariii kita review satu per satu!

Read More »

My Pregnancy Loss Story

Finally. Here we go.

Saya mencoba menulis post ini berdasarkan kronologi medis. Namun selayaknya seseorang yang kehilangan, setiap kejadian dan proses selama saya keguguran ini berhasil mengobrak-abrik isi hati saya. I cried for weeks (until today). My heart has an empty hole that can never be mended. Yet here I am, hopefully getting tougher.

Secara statistik, keguguran atau stillbirth terjadi di antara sekitar 10-15% kehamilan. Shocking? Yes! Sebegitu besarnya statistiknya, namun ketika menjalaninya, saya seperti merasa sayalah satu-satunya yang mengalaminya di dunia ini. Keguguran seolah-olah seperti sesuatu yang harus dijalani oleh seorang perempuan sendirian, sering kali dengan minim support. Padahal, kehilangan yang dialami itu nyata, dan setiap kesedihan yang kita alami itu valid. My grief is valid.

I shouldn’t feel alone going through this grieving process, neither should other women. Saya harap cerita saya ini bisa membuat teman-teman, ibu-ibu, dan seluruh perempuan di luar sana yang juga sedang merasakan kehilangan, memahami bahwa mereka tidak sendiri.

Dan inilah cerita saya:

Read More »

Beralih E-Book Reader dari Kindle ke Boox Poke 3

Halooo! Saya punya kabar buruk, sekaligus kabar baik. Apaan tuh? Penasaran gak? 😂

Kabar buruknya adalah, Kindle Paperwhite saya yang sudah menemani semenjak 2015 akhirnya harus pensiun~. Gara-garanya saya juga nggak tahu, mungkin umur Kindle hanya segitu ya, sekitar 5-6 tahun? Karena punya Abang yang tipe Touch, sebelumnya juga rusak dan usianya lebih tua dari punya saya. Permasalahan yang dialami Kindle saya adalah, dia suka tiba-tiba nge-hang kalau lagi dipakai baca, dan satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah hard restart. Terus, walaupun sudah di-charge penuh dan dalam kondisi off, baterainya somehow tetap kesedot sampai habis. Setelah diotak-atik berkali-kali, akhirnya saya memutuskan, baiklaaah, goodbye Kindle!

Lalu, kabar baiknya adalah, setelah mikir bolak-balik, baca dan nonton review, istikharah (nggak ding), dan diskusi sama Abang (karena dia juga akan ikut pakai), akhirnya kami memutuskan untuk beralih dari Kindle ke Onyx Boox. Yayyyy! Saya pakai tipe Poke 3. Dan setelah kurang lebih beberapa bulan memakainya, ini kira-kira review yang bisa saya kasih:

Read More »

Bagaimana Rasanya Dirawat saat Pandemi?

Hai hai, apa kabar semuanya? Semoga sehat-sehat selalu ya. Apalagi di masa pandemi gini, semoga kita semua selalu dilimpahkan kesehatan, dan dijauhkan dari berbagai penyakit. Amin.

Mau cerita, nih. Di akhir Desember 2020 lalu, tepatnya di tanggal 21 Desember, saya dirawat di rumah sakit karena kena demam berdarah. Setelah 9 bulan lebih menghindari keluar rumah, akhirnya saya harus keluar rumah juga, dan ke… rumah sakit. 😂

Gimana rasanya dirawat saat pandemi? Parno, riweuh, sedih…, pastinya. Tapi Alhamdulillah semua itu udah berlalu sekarang.

Read More »

Bagaimana Kita Bisa Melindungi Perempuan Hamil yang Bekerja saat Pandemi?

Baru-baru ini,  sahabat sejak masa kecil saya mengeluhkan sulitnya harus pergi kerja di masa pandemi ketika hamil. Saat ini ia memasuki kehamilan trimester keduanya. Keluhan itu bahkan telah ia sampaikan sejak awal kehamilannya: tidak bisa makan karena seringkali berujung mual hebat hingga muntah, tidak nyaman tapi sulit untuk diceritakan atau dikeluhkan karena itu dianggap hal yang biasa. Kejadian-kejadian itu  kerap ia alami baik di rumah maupun di kantor.

Pengalaman hamil tentu akan menjadi memori yang sangat lekat bagi perempuan. Ketika saya hamil tiga tahun lalu, saya mengalami masa-masa terberat karena gangguan kehamilan. Saya tidak boleh turun dari tempat tidur karena cenderung mengalami pendarahan. Karena keluhan-keluhan itu, sekitar tiga minggu saya absen dari kantor saya yang lama. Setelah merasa kuat dan kembali ke kantor, waktu bekerja sering saya habiskan berbaring di dalam ruang menyusui karena saya dilarang dokter duduk dalam jangka waktu lama. Beruntung  saat itu saya bekerja di sebuah kantor untuk perlindungan anak, sehingga hak saya sebagai perempuan bekerja yang sedang mengandung sangat dilindungi.

Dalam keadaan dunia yang “normal” pun, kehamilan itu berat.  Al-Qur’an surat Lukman ayat 14 disebutkan: “Dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtuanya. Ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” Al-Qur’an menyebutkan bahwa perempuan hamil berada dalam kondisi lemah yang bertambah-tambah. Saya bahkan tidak bisa menemukan deskripsi yang pas untuk menerangkan betapa sulitnya masa-masa kehamilan bagi perempuan.

Read More »

5 Books that Keep Me Company during Pandemic

Setelah sekian lama, maju-mundur. Akhirnya saya membuat post yang (agak) berkaitan dengan pandemi Covid-19 ini. Saya adalah tipe orang yang cenderung “lebih baik nggak usah diceritakan daripada kepikiran” dan untuk case ini, saya lebih suka me-release stress saya pada orang-orang terdekat secara langsung, bukan menuliskannya. Karena itu tadi, this condition is too stressful for me (and I know, for all people too).

Dan selama masa pandemi ini, yang menjadi hiburan utama saya (ofkors) adalah membaca buku. Saya juga sempat amazed sendiri bahwa dalam lima minggu ke belakang, saya berhasil menyelesaikan 4 buku dan 1 audibook. Mungkin berbagi buku-buku yang saya baca bisa sedikit “menormalkan” keadaan yang nggak normal ini; bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan di rumah, daripada terbawa stres dan cemas akan berita-berita Covid-19 di luar sana. Sooo, here we go:

Read More »

Review Stroller: Cocolatte, Joie, dan Babyelle!

Haloo ibu-ibu bapak-bapak! Akhirnya saya kembali menulis review setelah sekian lama! Review kali ini adalah tentang salah satu perlengkapan bayi/anak esensial, yang tidak lain dan tidak bukan adalah: stroller! Yes, pasti tahu lah, stroller ini jadi salah satu barang wajib untuk kita-kita ini yang punya newborn, bayi, ataupun toddler. Nah, karena kegemaran saya sewa menyewa perlengkapan bayi (dan sebenarnya ada alasan lain, nanti saya ceritakan lebih lanjut), saya lumayan banyak menggunakan beberapa merk stroller dengan berbagai tipe. Nah, ini yang akan saya review satu-satu, yuk cus!

Read More »